Buku Parenting

20 Buku Parenting Islam / Islamic Parenting Best Seller Bagus dan Direkomendasikan

Saat ini sudah begitu banyak sekali menjamur buku bertema pendidikan untuk anak baik anak usia dini untuk menumbuh kembangkan sikap positif dalam diri anak.

Sehingga banyak pendidik maupun orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan anak mereka mencari banyak referensi buku -buku yang membahas dan mengkaji permasalahan parenting ini.

Berikut saya sajikan buku -buku bagus terkait:

1. Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi – Syaikh Jamal Abdurrahman

Buku ini karyanya Syaikh Jamal Abdurrahman yang diterbitkan penerbit buku islami Aqwam

Isinya sangat padat dan berisi.

Penulis menyajikan materi dengan gaya bahasa sangat serius.

Jumlah halaman 311

Beberapa kutipan kutipan buku ini

Halaman xvii

Anak yang telah memiliki rasa malu tidak selayaknya dibiarkan begitu saja. Perasaan malunya itu harus dimanfaatkan untuk mendidiknya. Bila pada awal pertumbuhan seorang anak ditelantarkan, nantinya kebanyakan dari mereka akan berakhlak buruk.

***

Kalo usia Golden Age kan bagus untuk menumbuhkan dan mengasah bakat anak ya sist, daya ingat di usia ini juga masih kuat banget. Dalam masa ini anak cenderung belum mengenal rasa takut atau malu. Seiring beranjaknya usia, anak mulai malu ketika melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan nuraninya. Nah, ini kesempatan buat kita sist! Kesempatan untuk mengasah dan mengarahkan kepribadiannya. Ketika anak sedang galau, di saat itulah kita suapi mereka dengan siraman-siraman rohani. Tinggal pinter-pinternya kita aja sistaa, harus telaten memang. Padahal urusan kita udah sebarek-abrek ya sist. Eh kok disuruh  memperhatikan gerak-gerik & tingkah laku si anak. Harus semangat ya sista…kan buat tabungan di surga kelak.

Halaman xviii

Bila sang anak suatu saat melakukan hal yang berlawanan dengan kebiasaan baiknya, orang tua hendaknya berpura-pura tidak mengetahuinya dan tidak mempermalukan atau menyudutkannya. Terlebih bila anak menutup-nutupi perbuatan tersebut dan berusaha agar tidak diketahui orang lain. Namun, bila ia mengulanginya lagi, ia pantas ditegur tanpa diketahui orang lain. Sebaiknya dikatakan kepadanya, “Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini karena nanti akan diketahui oleh banyak orang.”

Janganlah terlalu sering memarahi atau mencela anak, karena anak justru akan terbiasa mendengar kalimat tersebut. Semakin sering dimarahi, anak akan berani melakukan perbuatan buruk dan kemarahan (peringatan) orang tua tidak akan berpengaruh lagi di hatinya.

Seorang anak juga harus dicegah dari membanggakan sesuatu yang dimiliki oleh orang tuanya di depan teman-temannya. Sebaliknya, ia mesti dibiasakan bersikap rendah hati, menghormati teman, dan lembut dalam berbicara dengan mereka.

Halaman 112 (Usia 4-10 Tahun)

Anas yang pernah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun mengungkapkan kesannya terhadap beliau dengan mengatakan, “Aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengatakan, ‘Ah,’ tidak pernah menanyakan, ‘Mengapa engkau melakukan itu?’ dan tidak pula mengatakan, ‘Mengapa engkau tidak melakukan itu?’

Mungkin seseorang akan mengatakan, “Seandainya kita bersikap lemah lembut dan banyak toleran, anak akan bertambah berani melakukan pelanggaran dan kita tidak bisa mengarahkan atau membimbingnya. “Bila memang demikian, mengapa hal yang dikhawatirkan itu tidak dilakukan oleh Anas, Ibnu Abbas, Zaid bin Haritsah, dan putranya Usamah bin Zaid, anak-anak Ja’far, anak-anak pamannya, Al-Abbas maupun anak-anak lainnya, yang pendidikan mereka ditangani oleh Nabi? Mengapa mereka justru menjadi tokoh dan imam pemberi petunjuk bagi manusia? Mengapa mereka atau sebagian dari mereka tidak ada yang bersikap kurang ajar?

Orang yang tidak menyukai metode pendidikan yang dilakukan Nabi, atau memandang bahwa ada yang lebih baik, atau memasukkan beberapa perbaikan dan modifikasi dalam metode pendidikan Rasulullah, tentulah anak seperti Ibnu Abbas dan Usamah akan mengalami kegagalan bila dididik olehnya dan pemikiran mereka akan berubah.

Jika dia mengatakan, “Maksudnya bukan begitu, metode yang digunakan oleh Nabi adalah yang terbaik, tetapi keadaan para pemuda telah berubah dan begitu pula generasi masa kini, seperti yang Anda lihat sendiri. Di samping itu, kita tidak sehebat Nabi.”

Kami katakan bahwa dalam menjalankan misi pendidikannya, Nabi telah berinteraksi dengan sejumlah pemuda dengan karakter yang berbeda-beda. Nabi pernah berinteraksi dengan seorang pemuda yang datang kepadanya meminta izin untuk berzina, maka beliau memperlakukannya dengan lembut dan cara yang bijaksana sehingga mampu menggandeng tangannya menuju jalan keselamatan dan tobat.

Untuk Lebih lengkap bias beli bukunya atau cari versi ebook pdf yang gratisnya (Mukhofas ga punya yang gratisnya)

2. Pendidikan Anak Dalam Islam (Buku Masterpiece Pendidikan Anak Muslim) –

3. Islamic Parenting (Panduan Lengkap Pendidikan Anak)

4. Mendidik Anak dengan Cinta

5. Positive Parenting

6. Cara Nabi Mendidik Anak

7. Paket Tetralogi Catatan Parenting Best Seller

8. Belajar Bahagia Bahagia Belajar (Catatan Parenting 1)

9. Bahagia Mendidik Mendidik Bahagia (Catatan Parenting 2)

10. Mendidik Karekter dengan Karakter (Catatan Parenting 3)

11. Anak dari Surga Menuju Surga (Catatan Parenting 4)

12. Ayo Bicara (Buku Parenting)

12. Segenggam Iman Anak Kita

14. Prophetic Parenting (Cara Nabi Mendidik Anak)

15. Ibunda Para Ulama

16. Bingkisan Istimewa untuk Ibu Hamil

17. Ramadhan for Kids (Buku Ramadhan untuk Anak)

18. Istimewakan Setiap Anak (Seri Psikolog Anak)

19. Hanya Untukmu Anakku (Mendidik Anak Cara Islam)

20. Mengenalkan Allah dengan Cinta

21. Bunda Manajer Keluarga

22. Misteri DNA Anak Saleh – Anak Cerdas