loading...
Uncategorised

3 Cara Mengekalkan Cinta dalam Berumah Tangga

Kata I love you dalam rumah tangga.

Tidak mengubah tumpukan piring kotor dan antrian jemuran untuk disetrika.

 

Namun, rumah yang rapi bersih.

Terasa kering tanpa ucapan.

I love you.

 

Saya tahu,

Pasti akan banyak yang bilang

Ah, ngga bias juga

Saying dan cinta kan ngga harus diucapkan

Yang penting terlihat dari perbuatan

Ya ngga salah sih

Tapi juga senangkan kalau diucapkan I love you. . .

 

Hokum cinta itu ada tiga

Tertanam dalam hati

Dinyatakan dalam kata – kata

Dan dibuktikan dalam perbuatan

 

Tuhan yang maha tahu segala yang ada dalam hati mansuai saja

Memerintahkan kita untuk mengikrarkan dalam lisan bahwa dialah satu – satunya

 

Jadi,

Ngga salah dan sangat bermanfaat lho kalau

Sesekali mengucapkan ke pasangan hidup,

I love you

(FA: Ambu Uthie)

 

 

Mayoritas perempuan memang menyukai kata – kata manis nan romantic. Akan tetapi meskipun mereka suka hal itu, sejujurnyaada yang lebih disukai melebihi kata – kata manis romantic tersebut, yaitu wujud nyata cinta berupa kepedulian dari suami. Membuat hari – hari istri menjadi istimewa dan berbunga – bunga. Siapa yang tidak bahagia jika diperlakukan suami begitu istimewa?

Ada beragam cara memperlakukan istri dengan baik. Dan jauhg sebelum itu ternyata sudah ada suri tauladan kita yang telah memberikan contoh. “Contohlah bagaimana Rasulullah memperlakukan istri – istrinya. Betapa beliau sangat romantic dan memuliakan mereka>” Tutur Sri Purwaningsih SH. MSi., narasumber SWB (Saatnya Wanita Bicara) di Persada FM dan MTA TV, menurutnya setidaknya ada tiga cara yang bias diterapkan sesuai yang dilakukan Rasul

Mencium Kening Istri

Sisi pertama dari sikap romantic Rasulullah Saw, dalam suatu riwayat mengatakan kalau beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari Aisyah RA : Bahwa Nabi Saw mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikakan shalat tanpa berwudhu dahulu (HR. Ahmad).

Cinta yang terlihat sederhana dan bersahaja bukan?

Lalu mengapa tidak kita coba menerpakan di kehidupan rumah tangga. Bukan sesuatu yang mahal atau sulit dilakukan untuk pasangan. Mencium kening adalah bukti rasa saying. Kalau misalnya suami tidak terbiasa, boleh lho istri meminta. Kalau sudah terbiasa dan suami lupa, panggil saja nama suami kemudian tunjuk kening (eh, ini sudah sesuai kesepakatan bersama ya. Kalau belum takutnya suami bingung, kenapa itu dengan si istri kok tunjuk – tunjuk kening, apa keningnya ada kotoran. Kemudian suami malah lari ke depan cermin, meninggalkan istri yang manyun).

Memanjakan istri

Rasulullah Saw pun tidak segan untuk memanjakan istrinya. Dari Aisyah RA: Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Saw dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantianmengambil air. (HR. Mutafaqun Alaihi). Dalam riwayat Ibnu Hibban menambhakan: Dan tangan kami bersentuhan.

Romantiskah?

Mandi berdua bagi suami istri adalah sunnah. Tidak dikerjakan tidak mengapa, dikerjakan berpahala. Ternyata lading pahala ada juga di kondisi menyenangkan hati pasangan ya. Selain itu, mandi berdua merupakan sarana untuk memupuk rasa cinta dan kasih antara pasangan suami istri.

Membantu pekerjaan istri

Selain memperlakukan istri –istrinya dengan baik dan penuh kasih kelembutan, Rasulullah Saw tak segan mengerjakan pekerjaan mereka. Tidak berpikir bahwa ‘inikan pekerjaan wanita’ atau parahnya menganggap melakukan pekerjaan wanita itu merendahkan martabatnya sebagai suami. Ternyata anggapan seperti itu salah besar. Sikap suami yang membantu pekerjaan justru membuat istri merasa tambah saying, tambah menghargai dan menyayangi. Coba untuk para suami yang belum terbiasa membantu bias mencoba, buktikan kebenarannya. “Dik, yang cuci baju aku aja ya. Kamu yang ngurus anak kita aja.” Atau bias juga langsung menangani tanpa banyak berkata.

Sebab, salah satu pekrjaan yang dilakukan Rasulullah untuk membantu istri adalah mencuci pakaian. Betapa mencuci itu butuh tenaga yang besar. Dan laki – laki lebih kuat tenaganya daripada wanita.

Aisyah ummul mukminin mengisahkan: Rasulallah Saw pernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk menunaikkan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas cucian itu.” (HR. Bukhari Muslim).

Bayangkanlah! Rasulullah, seorang yang bukan hanya nabi, tetapi juga rasul utusan Allah, Muhammad. Manusia yang derajatnya melebihi derajat manusia biasa, karena derajat beliau telah ditinggikan oleh Allah Swt.

Selain itu, beliau merupakan seorang pemimpin umat. Jika laki – laki yang memiliki gelar suami merasa ‘tinggi’ sehingga enggan membantu istri, coba pahami dan telaah kembali. Ternyata sikap seperti itu sama sekali tidak dicontohkan oleh rasul. Beliau tidak segan melakukan pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan wanita; mencuci baju.

Contohlah apapun yang dilakukan Rasulullah, niscaya semua kebahagiaan hidup dunia dan akhirat akan mengikutimu. Terutama dalam kasus ini betapa Rasulullah sangat mengerti, memahami bersikap kepada wanita, istrinya. Jadi mari, katakana pada pasangan dengan romantic. Sayang, I lOve You. Ana Uhibuki Istriku, ibu dari anak – anakku.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *