loading...
Uncategorised

Cara Efektif dalam Mendidik Anak

Perilaku itu bukan diturunkan dari golongan darah atau gen-nya tetapi dari kebiasaan anda menangani masalah ( Drs. Adi Nugroho – Psikolog)

Semua perbuatan yang dilakukan orang tua tentunya akan berdampak terhadap pahatan yang terbentuk pada anak. Hasil pahatan tersebut, mungkin tidak akan muncul seketika, namun dampaknya bias datang pada waktu yang tak terduga. Misalnya, saat sang anak tiba waktunya menjadi orang tua. Pada saat tersebut, mungkin ia akan memiliki9 figur penanganan anaknya seperti yang telah dilakukan orang tua semasa dalam didikan tersebut. Ketika giliran sang anak menjadi ibu, ia akan memperlakukan anak kandungnya seperti apa yang telah ibunya perlakukan padanya, seperti menjadi orang tua yang mudah mencubit dan memukul atau bias juga menjadi orang tua yang penyayang terhadap anaknya.

Sepertiu yang dipaparkan oleh Drs. Adi Nugroho diatas, perlu disadari bahwa perilaku itu bukan diturunkan dari golongan daran atau gen-nya, akan tetapi dari kebiasan orang tua dalam menangani masalah terhadap anak yang kemudian menjadi sebuah pola pada saat anak memiliki masalah yang sama.

Lantas, bagaimana mendidik anak agar efektif atau berhasil? Sedang, tidak selamanya orang tua dapat menjaga anaknya selama 24 jam. Mungkin bagi ibu rumah tangga, hal itu masih bias dilakukan. Namun, bagaimana dengan wanita karir? Waktu yang dimilikinya akan lebih banyak dihabiskan diluar rumah, sehingga tidak bias intens dalam mendidik anak – anaknya.

Menyoroti hal tersebut, pria yang telah memiliki 3 anak itu berbagi kisahnya dalam mendidik anak, “Arahkan anak pada pendidikan yang memiliki komunitas sehat. Sesuai dengan keyakinan anda. Misalnya dengan bersekolah di boarding school atau SDIT yang betul – betul menanamkan nilai – nilai agama dan juga memiliki kurikulum baik” jelasnya.

Ketika anak terbentuk dari komunitas sehat, maka apabila ia dihadapkan pada lingkungan yang membawa pengaruh negative, hal tersebut mampu menjadi benteng pada saat anak berada pada komunitas lain. Misalnya, ketika bergaul dengan teman – temanya di rumah, maka anak – anak belajar menfilter perbuatan baik dan buruk dari lingkungan tersebut. “Anak lama – kelamaan akan mampu bertahan, karena ia sudah terbiasa berada pada lingkungna yang sehat. Bahkan ketika ia merasa ada kebiasaannya atau menurutnya kurang baik, maka mungkin anak juga tidak akan segan – segan melapor pada ibunya,” terangnya saat ditemui di Studio MTA TV itu.

Anak yang berada pada komunitas sehat, maka ia akan terlatih untuk mengatakan atau mendeskripsikan apa yang menurutnya menyimpang atau yang tidak sesuai dengan kebiasaanya. Misalnya, “Ibu, tadi si A kok membuang sampah sembarangan ya bu?’; “Ibu tadi kok si B pergi tanpa izin ya bu?” dan lain – lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa anak tersebut telah terjaga dalam lingkungan yang sehat.

Dalam mendidik anak tidak ada istilahnya memberikan kritikan yang membangun. “Ingat, tidak ada satu kritik pun yang membangun, semua kritik itu menghancurkan. Maka pada anak, jangan pernah melakukan kritikan. Tapi berikanlah pujian untuk mengarahkan,” tegasnya. Selain itu dalam mendidik, orang tua juga perlu memberikan dukungan moral, agar agar anak menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri dan penuh tanggung jawab. Karena tidak ada kritikan yang membuat anak menjadi puas dan kemudian berbenah diri.

Memberi tahu kesalahan anak, merupakan salah satu cara terbaik daripada memberikan kritikan. Hal ini berupa suatu pemberitahuan pada anak. Karena saat memberi tahu kesalahan kemudian didampingi dengan memberikan suatu pemahaman akan lebih baik, daripada hanya sekedar menyatakan salah tanpa menunjukkan dimana kesalahannya. Seperti misalnya ungkapan, “Ini tidak boleh begini nak, tetapi seharusnya begini”.

Dalam mendidik anak memang diperlukan kehati – hatian, akan tetapi juga diperlukan pengetahuan. Seperti yang telah dipaparkan diatas bahwa, bagaimana orang tua mengatasi atau memperlakukan anak akan berdampak pada perilaku anak. Sehingga bukanlah dari golongan darah atau gen-nya.

Perlu diketahui juga, didalam mendidik anak perlu menghindari beberapa hal dibawah ini:

1. Hindari menggunakan kata – kata negative, meskipun pada saat anak tidak menurut pada orang tua.

2. Hindari menyalahkan anak dalam keadaan bagaimanapun, karena akan membuat anak merasa bersalah.

3. Hindari membandingkan antara kelebihan orang lain dengan anak. Karena anak akan merasa bahwa ibunya lebih memilih anak yang lain daripada dirinya sendiri.

4. Hindari memberikan kalimat ancaman, karena akan membuat anak terbayang – baying dan merasa takut.

Di akhir wawancara Drs. Adi Nugroho berpesan bahwa “Jangan pernah melakukan kritik pada anak”. Karena anak merekam semua yang dikatakan dan dilakukan kepadanya. Anak dapat mersepon apa yang orang lain katakana kepadanya, efek yang ditimbulkan dari ucapan – ucapan ini bias secara langsung maupun tidak langsung. Respon dari efek secara tidak langsung tersebut, bahkwan bias ditampakkan ketika anak telah tumbuh dewasa.

Mengutip quote dari Jacques Barzun, “In teaching you cannot see the fruit of a day’s work. It is invisible and remains so, maybe for twenty years” yang bermakna bahwa dalam mengajar, kamu tidak bias mengetahui buah hasilnya dalam sehari. Tidak bias dilihat dan tetap begitu, mungkin (terlihat hasilnya) dua puluh tahun lagi.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *