loading...
Tips Mendidik Anak

Cara Komunikasi Efektif dengan Anak dalam Mengasuh dalam Membesarkan Putra – Putri

Banyak orang tua mengeluh dalam membesarkan putra – putrinya.

Isi pikiran orang tua pun dipenuhi dengan tanda tanya, ‘Mengapa perintah yang diberikan ke anak sering tidak dipedulikan?

Bahkan beberapa diantaranya melakukan perlawanan. Lalu, apa yang salah? Apa yang harus dibenahi’

Pertanyaan yang semakin berkembang itu akhirnya mengakibatkan orang tua menjadi lebih mudah emosi, marah membentak, dan menyalahkan anak.

Coba tengok sekeliling kita, berapa banyak orang tua yang sudah jenuh, bingung, tidak tahu harus berbuat apa, dan lain sebagainya.

Sehingga ada beberapa orang tua yang menjadi tidak peduli dengan membiarkan, atau bahkan menjadi keras tanpa menyelami psikologis anak.

Sebenarnya apa yang harus dilakukan?

Tentu permasalahan di atas perlu dicari solusinya agar hubungan antara orang tua dan anak terjalin dengan baik.

Bukankah ada hubungan yang diciptakan Allah agar orang tua dan anak bisa masuk surga akibat hubungan satu dengan yang lainnya?

Gambaran hubungan seperti ini, anak berada di bawah tanggung jawab orang tua (beberapa diantaranya memberi makan dan mendidik,) dan anak memiliki kewajiban berbakti pada orang tua (sesuai dengan syariat tanpa terkecuali).

Sekilas pembahasan di atas memancing anggukan dari orang tua lain yang mengalami masalah sama.

Ternyata solusi untuk permasalahan mendidik anak ada pada komunikasi.

Ada komunikasi yang bisa digunakan yang bisa digunakan untuk mengatasinya yaitu komunikasi hipnosis.

Komunikasi hipnosis adalah komunikasi yang bisa diartikan cara kita sebagai orang tua untuk berbicara.

Dengan cara menyampaikan pesan kepada anak dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti, sugestif, dan efektif.

Berkomunikasi hipnosis dengan baik ada 4 prinsip yang harus dibiasakan dulu untuk dilatih, karena kalau tidak dilatih, apa yang diucapkan tidak efektif.

Yang dimaksud efektif adalah didengar kemudian dilakukan sesuai perintah.

Dalam NLP atau ilmu terapan psikologis, agar komunikasi kita efektif tanpa difilter terlalu banyak oleh otak anak, sehingga mengakibatkan otak anak menolak perintah orang tua dengan berbagai macam alasan.

Maka sebaiknya kita berbicara saat anak kita dalam keadaan fokus bawah sadar (subconcious).

Ada 4 prinsip dasar yang harus diperhatikan agar komunikasi efektif

1. Melibatkan Emosi Anak

Perintah yang disampaikan dengan melibatkan emosi anak dengan lebih efektif diterima si anak.

Emosi bisa diwujudkan dengan tertawa, menangis, terharu, tertegun, dan sebagainya.

Sebaiknya, perintah yang yang Anda berikan disampaikan dengan bahasa yang sederhana, jelas dan menghindari kata – kata negatif yang menjatuhkan kepercayaan dan harga diri anak.

Ada beberapa yanng HARUS Anda lakukan:
1. Usap rambutnya
2. Peluk tubuhnya
3. Genggam tangannya
4. Tatap matanya dalam – dalam
5. Berikan pujian yang tulus
6. Dan sampaikan pesan Anda dengan jelas

Yang TIDAK BOLEH Anda lakukan:
1. Membentak
2. Memarahi anak dengan kata – kata kasar
3. Memaki anak
4. Menilai anak bodoh
5. Nakal dan tidak berguna
6. Memukul secara fisik diluar ketentuan agama

2. Mampu dengan Mudah Dibayangkan atau Digambarkan Anak

Pesan jelas dan disertai kalimat cerita yang mampu membuat anak membayangkan pesan itu, akan membuat komunikasi lebih efektif.

Sebab prinsipnya, anak sangat menyukai gambar yang imajinatif seperti cerita dan dongeng.

Jika ingin menyampaikan pesan ke anak, dampingilah anak sebelum tidur.

Ceritakanlah nilai – nilai baik yang ingin Anda tanamkan ke anak seperti

1. Semangat
2. Pantang menyerah
3. Bersyukur
4. Suka menolong
5. Menghargai teman, dan sebagainya

Ini jauh lebih efektif daripada Anda menghabiskan energi dengan teriak – teriak.

Dari kegiatan mendongenglah orang tua bisa menanamkan apa yang ingin diberikan kepada anak.

Biasanya dongeng berisi harapan – harapan orang tua.

Lalu, apa salahnya meluangkan waktu mendongeng untuk putra dan putrinya.

3. Diulang – ulang

Ada kata pepatah yang mengatakan, inti dari belajar adalah pengulangan.

Nah, perintah atau pesan apapun yang ingin Anda sampaikan ke anak – anak akan lebih efektif jika diulang – ulang.

Sebab, pesan yang selalu diulang akan semakin kuat terekam di memori anak.

Bersemangatlah untuk mengulang – ulang pesan Anda dengan kata atau kalimat positif yang lembut dan tegas, beri penekanan pada bagian yang penting.

Biasakanlah mengulang saat emosi anak terfokus dengan baik, misalnya saat senang dapat hadiah, saat senang main atau saat Anda peluk. Bukan pada saat anak dalam kondisi emosi tidak stabil.

4. Memberi Inspirasi untuk Melakukan Sesuatu

Perintah yang baik sebaiknya membuat anak segera melakukan apa yang kita perintah, tanpa malas atau menunda – nunda.

Hilangkan kata atau kalimat yang ambigu atau membuat anak bingung.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya orang tua tidak menumpuk perintah dalam waktu yang sama.

Lakukan teknik yet set untuk membuat anak mudah membuat persetujuan dan ubah gerakanya dari posisi semula.

Misal Anda menginginkan anak segera mandi dan mengerjakan PR, sementara anak Anda masih asyik menonton televisi padahal sudah sore dan jam telah menunjukkan 16.00, maka lakukan langkah berikut:

a. Datangi dia, peluk tubuhnya
b. Ajak cerita tentang rencana menyenangkan akan dilakukan bersamanya nanti, arahkan fokusnya menonton televisi dengan fokus cerita

c. Matikan televisinya dan lakukan gerakan berdiri lompat – lompat sambil ucapkan “Satu … Dua … Tiga … hore, ayo kita mandi!

Ketika komunikasi berjalan dengan baik, insyaallah anak pasti dapat menerima apapun yang dikatakan orang tua, baik itu perintah maupun nasihat.

Yuk belajar menjadi lebih baik dan mendampingi mereka sepenuh cinta.’

Usaha ayah bunda mendidik putra – putri adalah ladang pahala menuju surga. Jangan pantang menyerah!

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *