loading...
Tips Mendidik Anak

Cara Mendidik Anak Ala Lukmanul Hakim Secara Utuh

Anak adalah mutiara terindah bagi setiap orang tua.

Mereka adalah titipan dan amanah dari Allah, yang kehadirannya begitu dinantikan.

Dan tentunya setiap orang tua berkeinginan agar ananda tumbuh dan berkembang hingga menjadi anak shalih dan shalihah.

Al Qur’an yang tiada keraguan didalamnya, memberikan begitu banyak gambaran tentang cara mendampingi tumbuh kembang ananda.

Salah satu diantaranya adalah bisa belajar bagaimana Lukman mentransfer nilai – nilai kehidupan bagi anaknya.

Lukman bukan seorang utusan Allah, tetapi namanya diabadikan dalam Al Qur’an (QS Lukman 12 -19)

Sehingga pasti ada sesuatu yang luar biasa dalam kisahnya.

Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil diantaranya:

1. Mendidik anak berawal dari mensyukuri

Hal mendasar yang harus dimiliki oleh orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang ananda adalah mensyukuri hadirnya amanah yang bernama anak.

Rasa syukur akan menghadirkan sikap menerima dan menjaga dengan sepenuh jiwa.

Syukur dalam hal ini terkait dengan beberapa hal

a. Mensyukuri pasangan kita

Hadirnya buah hati bermula dari dimulainya sebuah ikatan suci.

Pasangan kita adalah seorang yang telah ditetapkaanNya bahkwan dari sebelum kita melihat dunia.

Maka apapun kondisi pasangan hal mendasar yang harus dimiliki adalah mensyukuri kehadirannya disisi kita.

Pasangan adalah partner terpenting dalam proses mendidik anak.

Maka menerima, menjaga, dan merawat cinta dalam keridhaanNya akan mempermudah komunikasi dalam pendidikan anak.

b. Menikmati kehamilan

Kehamilan adalah proses awal dari tumbuh kembang ananda.

Sembilan bulan sepuluh hari ia tumbuh dan berkembang dalam rahim ibunda.

Seperti yang kita ketahui makanan yang kita konsumsi ibu hamil akan dibagi bersama dengan ananda.

tetapi kondisi emosi bukanlah demikian.

Janin akan turut serta merasakan dan menikmati semua hal yang dialami oleh bunda.Oleh karena itu perkembangan emosi selama periode kahmilan sangat berpengaruh bagi ananda.

Maka sekama periode kehamilan ibu perlu menjaga situasi emosi untuk tetap bahagia dan bersemangat.

Hal ini membutuhkan peran serta ayah sebagai pelindang.

Hal unik seringkali terjadi adalah saat ibu mengalami kesundulan (bahasa jawa).

Pada kenyataannya tidak sedikit perempuan belum siap untuk hamil kembali saat anak yang lain masih berusia kecil.

Kesundulan serngkali mengakibatkan ibu hamil merasa sedih, sebal atau bingung dan malu karena jarak yang terlalu singkat dengan anak sebelumnya.

Kondisi emosi kehamilannya ini berbeda dengan kehamilan anak pertama misalnya.

Padahal seharusnya setiap kehamilan selayaknya dibarengi dengan rasa syukur karena terjadi kehamilan tidak lepas dari campur tangan Allah.

Di satu sisi emosi  yang demikian akan berpeengaruh terhadap kondisi janin yang berada dalam rahim.

c. Apapun jenis kelamin ananda

Sejatinya mempunyai anak lakik – laki atau perempuan adalah sama.

tetapi hampir sebagian besar keluarga menginginkan anak yang komplit secara jenis kelamin.

Tidak sedikit yang berikhtiar dengan teori yang ada untuk mendapatkan keturunan sesuai dengan jenis kelamin yang diharapkan.

Dan hal ini tentu boleh -boleh saja selama dalam koridor nilai agama.

Hanya saja tidak sedikit yang kemudian terus berdoa memohon diberi momongan sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Meminta dan berdoa kepada dan berdoa kepada Allah tentunya boleh.

Tetapi ada hal yang perlu kita ingat, begitu telah ditiupkan ruhnya bersama dengan emoat hal yang Allah takdirkan atas dirinya, maka selaknya orang tua kemudian menutup lembaran untuk meminta laki – laki atau perempuan.

d. Kondisi ananda

Sungguh sejatinya Allah telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk. Oleh karena itu alangkah indahnya apabila kita tidak memberi komentar negatif yang nantinya menjadi label bagi ananda.

Tidak sedikit anak yang mendapatkan panggilan yang kurang menyenangkan.

Mungkin secara fisik benar demikian adanya.

Tetapi bukankah itu adalah ciptaanNya?

Haruskah ananda merasa ada yang salah dengan kondisinya?

Bisa jadi berawal dari hal yang demikian maka harga diri dan percaya diri ananda akan mengalami hambatan untuk berkembang lebih optimal.

Maka apapun kondisi baik fisik maupun kemampuan masing- masing anak perlu kita sikapi dengan bijak.

Bukankah terkadang orang tua sudah berbuat maksimal agar semua anak saling menyayangi, tapi ternyata kecemburuan dan sifat iri kepada saudara terkadang masih ada.

Bukankah Allah telah dengan indah menggambarkan keluarga Ya’qub dan Yusuf?

e. Memilih kata yang mencerminkan kasih sayang

Lukman memilih diksi kata Bunayya saat berdialog dengan anaknya.

Menurut ahli Balaghoh / bahasa kata Bunayya  mengandung makan unsur kasih sayang, kemesraan, manja, kelembutan.

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah saat berdialog dengan ananda diperlukan kasih sayang serta menggunakan nada dan pilihan kata yang kita sesuaikan dengan usia dan pemahamannya.

f. Kehadiran ayah dalam proses pendidikan

Lukman adalah sosok ayah.

Pelajaran yang dapat kita ambil bahwa dalam proses mendidik anak, komunikasi dan internalisasi nilai perlu dilakukan oleh seorang ayah.

Tumbuh kembang ananda tidak hanya memerlukan bahasa ibu tetapi juga bahasa dan kehadiran ayah.

Figur ayah perlu dihadirkan dalam diri ananda.

jangan sampai secara fisik berada didekatnya tetapi secara emosi ayah jauh dari ananda.

Hingga kalau ada sesuatu diminyta matur  dengan ayah pun ananda enggan, seolah -olah ada jarak antara ayah dengan anak.

2. Tahapan pendidikan anak versi Lukman

a. Tidak menyekutukan Allah

Hal pertama yang ditekankan adalah memahami bahwa Allah tidak ada sekutu bagiNya.

Tentunya kita berharap agar ananda memahami bahwa Allah adalah pusat segalanya.

Hal ini perlu kita tanamkan sedari kecil kepada ananda.

Menyekutukan bukan hanya terkait dengan tidak menyembah selain Allah saja, tetapi bagaimana ananda paham bahwa yang layak ditaati, dimintai pertolongan, yang tidak pernah salah, yang selalu mengawasi adalah Allah.

Hal ini bisa kita lihat mulai dengan menanamkan konsep Allah ada disini.

Allah mengetahui semua perbuatan manusia.

Dan akan selalu ada malaikat yang menyertai kemanapun kita pergi dan mencatat semua hal yang manusia lakukakan meski tidak ada seorang pun yang tahu.

b. Birrul Walidain

Setelah tidak menyekutukan Allah maka hal kedua yang ditanamkan kepada ananda adalah konsep birrul walidain. Sangat pentingnya konsep ini bahkan tatkala orang tua meminta untuk menyekutukan Allah anak wajib menolak hanya saja di dunia tetap berbuat baik terhadap mereka berdua.

Di satu sisi islam mengajarkan kedudukan ibu tiga kali di atas ayah.

Konsep ini perlu kita tanamkan sedari kecil secara proporsional kepada anak.

Dan ini membutuhkan kerjsama antara ayah dan bunda.

Hal ini bertujuan agar anak memahami bahwa ayah memosisikan bunda memang harus lebih dihormati.

Demikian pula halnya saat ananda memasuki usia baligh atau masa pubertas.

Pemahaman betapa besar jasa ayah dan bunda juga sangat perlu ditekankan.

Ananda harus dipahamkan 9 bulan 10 hari bundanya susah payah berjuang melahirkan dan menyusui tanpa kenal lelah meski semalaman saat tidur harus sering terbangun untuk mengganti popok dan menyusui selama  2 tahun.

Demikian pula halnya setelah dewasa betapa orang tua bersemangat mencari nafkah demi biaya sekolah ananda.

Apabila hal ini tidak kita pahamkan maka bisa jadi ananda tidak mengerti bahwa tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk mengganti jerih payah orang  tua.

Maka Birrul walidain adalah wajib hukumnya bagi setiap anak manusia.

c. Menyukai beramal

Konsep selanjutnya diinternalisasikan kepada ananda adalah menyukai beramal baik meski hanya sebesar biji swi.

Dan konsep ini dipahamkan terlebih dahulu sebelum ananda berlatih sholat.

Hal ini memberi makna bahwa konsep ini harus dilatihkan sedari dini mungkin.

Tujuan dari pemahaman konsep ini adalah bahwa ananda akan dengan senang hati melakukan kebaikan meski itu hanya hal sederhana.

karena ia mengetahui Allah telah menyiapkan pahala bagi mereka yang suka berbuat baik.

Tujuan lainnya adalah agar ananda mampu bersikap bijak dan luas pandangan dalam kehidupannya kelak.

Bahwa sejatinya semua kebaikan itu bernilai dihadapan Allah.

d. Keshalihan pribadi sebagai pondasi

Hal selanjutnya tentang pentngnya konsep keshalehan pribadi bagi setiap manusia.

Lukman mengajarkan tentang shalat dan sabar.

Kita mengetahui bahwa shalat dan sabar adalah penolong bagi manusia.

Dimensi shalat sebagai bentuk dan cara manusia berkomunikasi dengan Allah dipadukan dengan dimensi pengendalian diri dalam bentuk sabar.

Apabila dua hal ini mampu melekat pada diri seseorang maka ia akan menjadi pribadi yang kuat.

Karena setiap masalah akan dihdapai dengan sabar dan tidak lupa mengomunikasikannya dengan Allah dzat maha memudahkan dan mengurai setiap masalah.

Maka sedari kecil ananda kita latih semisal dengan kata “maaf adik, sa apa sa, sabar” Ketika ia meminta sesuatu.

Kata itu bisa kita jadikan kata kunci dalam semua aktifitas yang terkadang memang memerlukan kesabaran.

Demikian halnya sedari kecil ananda kita biasakan shalat dan bisa kita katakan, “Besok istana adik di surga ada masjidnya yang indah lho, kan adik rajin shalat, yang rajin sholat disayang Allah”

Hal ini kita lakukakan agar ananda melakukan shalat dengan senang.

e. Keshalihan sosial sebagai aksi

Setelah terbentuk jiwa yang mempunyai keshalehan pribadi maka tidak berhenti disini.

Langkah selanjutnya adalah menanamkan tentang konsep keshalehan sosial.

Konsep ini sebagai landasan dalam menjali  relasi sosial.

Bagaimana ananda memahami pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar, tidak sombong dan merendahkan suara.

Kesemua ini dimaksudkan agar kita mampu bersikap baik dalam bermuamalah dan mau mengharga orang lain.

Sehebat apapun orang kalau pada pribadinya terdapat sikap sombong dan meremehkan maka pastilah orang lain tidak akan merasa nyaman berada didekatnya.

Hal ini bisa kita latihkan sedari kecil dengan membiasakan ananda mengucapkan terimaksih, meminta maaf dan saling belajar memaafkan. Termasuk belajar cara mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan.

You may also like...

1 Comment

  1. Menjadi orang tua merupakan hal yang paling membahagiakan namun pasti ada ketakutan apa yang harus di lakukan untuk mendidik anak kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *