loading...
Tips Mendidik Anak

Keluarga Membentuk Keribadian Karakter Anak

Ketika seorang anak terlahir maka saat itulah kehidupan dunianya dimulai.

Disini yang akan sangat berperan tentulah orang – orang yang berada didekatnya terutama keluarga.

Perkembangan karakter kepribadian seorang anak dipengaruhi oleh kelakuan keluarga terhadapnya.

Karakter seseorang terbentuk sejak dini, dalam hal ini peran keluarga tentu sangat berpengaruh.

Menurut ilmu sosiologi: Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat.

Bagi setiap keluarga (Suami, istri, dan anak – anak) mempunyai proses sosialisasinya untuk memahami, menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatnya.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa: Manusia berkualitas hanya akan lahir dari remaja yang berkualitas, remaja yang berkulitas hanya akan tumbuh dari anak yang berkualitas

Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki peran penting dalam pembentukan karakter individu.

Keluarga menjadi begitu penting karena melalui keluarga inilah kehidupan seseorang terbentuk.

Keluarga menjalankan peranannya sebagai suatu sistem sosial yang dapat membentuk karakter serta moral seseorang anak.

Keluarga tidak hanya sebuah wadah tempat berkumpulnya ayah, ibu dan anak.

Sebuah keluarga sesungguhnya lebih dari itu.

Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi anak.

Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang.

Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang.

Keluarga merupakan payung kehidupan bagi seorang anak.

Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi seorang anak.

Beberapa fungsi keluarga selain sebagai tempat berlindung, diantaranya:  Mempersiapkan anak 0- anak bertingkah sesuai norma – norma aturan – aturan dalam masyarakat dimana keluarga tersebut berada (sosialisasi).

Lalu bagaimana menurut islam keluarga atau orang tua yang baik?

Keluarga sebagai poros pencipta ketenangan dan kasih sayang, memiliki tempat istimewa dalam islam.

Oran tua da keluarga punya peran dominan dalam rumah tangga untuk memberi bimbingan dan petunjuk kepada putra – putrinya.

Peranh kedua orang tua dalam mewujudkan kepribadian anak antara lain:

1. Kedua orang tua harus mencintai dan menyayangi anak – anaknya.

Ketika anak – anak mendapatkan cinta dan kasih sayang cukup dari kedua orang tuanya,  maka pada saat mereka berada diluar rumah dan menghadapi masalah- masalah baru mereka akan bisa menghadapi dan menyelesakan dengan baik.

2. Kedua orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak- anak.

Karena hal ini akan menyebabkan pertumbuhan potensi dan kreativitas akal anak – anak yang pada akhirnya keinginan akan kemauan mereka menjadi kuat dan hendaknya mereka diberi hak pilih.

3. Saling menghormati

Artinya dengan mengurani kritik dan pembicaraan negatif sekaitan dengan kepribadian dan perilaku mereka serta menciptakan iklim kasih sayang dan keakraban, dan pada waktu yang bersamaan kedua orang tua harus menjaga hak – hak hukum mereka terkait dengan diri mereka dan orang lain.

Kedua orang tua harus bersikap tegas supaya mereka juga mau menghormati sesamanya.

4. Memujudkan kepercayaan

Menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak – anak berarti memberikan penghargaan dan kelayakan terhadap mereka, karena hal ini akan menjadikan mereka maju dan berusaha serta berani dalam bersikap.

Kepercayaan anak – anak terhadap dirinya sendiri akan menyebabkan mereka mudah untuk menerima kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri mereka.

5. Mengadakan perkumpulan dan rapat keluarga (orang tua dan anak)

Kedua orang tua harus mengenalkan mereka tentang masalah keyakinan akhlak dan hukum – hukum fiqih serta kehidupan manusia.

Jika kedua orang tua bukan sebagai tempat rujukan yang baik dan cukup bagi anak – anaknya maka anak – anak akan mencari contoh lain; baik atau buruk dan hal ini akan menyiapkan sarana penyelewengan anak.

Dan yang paling penting adalah bahwa ayah dan ibu adalah satu – satunya teladan yang pertama bagi anak – anaknya dalam pembentukan kepribadian, begitu juga anak secara tidak sadar mereka akan terpengaruh, maka kedua orang tua berperan sebagai teladan bagi mereka baik teladan tataran teoritis maupun praktis.

Ayah dan ibu sebelum mereka mengajarkan nilai – nilai agama dan akhlak serta emosional kepada anak- anaknua, pertama mereka sendiri harus mengamalkannya. sebagaimana nabi Muhammad saw sebagai teladan bagi umatnya, pertama beliau sebagai pelakunya.

Allah swr berfirman: Sesungguhnya ada pada kalian  teladan yang baik dalam diri Rasulullah saw, Dalam ayat lain Allah berfirman: Sesungguhnya ada pada kalian teladan yang baik dalam diri nabi Ibarahim as dan orang – orang yang bersamanya.

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *