loading...
Tips Memilih Jodoh Tips Rumah Tangga

Tips, Adab dan Syarat Syarat Poligami

Apa sebenarnya arti Poligami itu dan seperti apa maksudnya.

Poligami adalah istilah umum untuk menyebut pernikahan dengan suami atau istri lebih dari satu.

Dalam Poligami ada dua istilah turunan: Poligini (lelaki yang beristri lebih dari satu dalam satu waktu) dan poliandri (perempuan yang bersuami lebih dari satu waktu)

1. Harus mampu berlaku adil

Adil menurut kamus besar bahasa Indonesia

Adil = Sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak.
Adil = Berpihak kepada yang benar, berpegang pada kebenaran.
Adil = Sepatutnya, tidak semena – mena, tidak sewenang-wenang.

Poligami pun tidak boleh sembarangan. Suami tentunya harus berkelakuan adil pada istri istrinya.
Seperti pada sabda Rasulullah (hanya saya ambil sebagian saja:

Dari Zaid bin Tsabit Ra, ia berkata: Bahwasanya tentang Rasulullah, beliau orang yang suka bercanda dengan istri istrinya (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya. (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)

Dari ‘Aisyah, ia mengatakan, beliau (Nabi) adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Dari ‘Aisyah radhiallahu anhu, bahwa Nabi SAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

Dari Ibnu Abbas, “Bahwa Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mandi dari air sisa Maimunah.” (HR Muslim).
Dan masih banyak hadits hadits lain (sebab semua aktivitas hidup Rasulullah sangat ada nilai nilai kehidupan.

Poligami juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Siapapun yang ingin berpoligami hendaknya memenuhi syarat syarat yang cukup berat terutama kesiapan dan izin dari istri pertama serta kesiapan pihak keluarga.

Jika tak mampu akan berakibat hancurnya rumah tangga. Dan disarankan lebih baik setia pada satu orang istri.

2. Harus diumumkan dimuka khalayak

Sudah sepantasnya sebuah pernikahan itu dipublikasikan. Karena kalau tidak yang ada nanti malah mengundang fitnah /bencana/rusak hubungan rumah tangga.

Sabda nabi: Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan. (HR. Ummu Salamah Ra)
Kalau sembunyi sembunyi (bakal menimbulkan bahaya besar dan banyak fitnahnya.

Nanti orang mengira: berzina, selingkuh, merebut istri orang dan menjadi buah bibir dimana mana.

Dalam ajaran Islam diajarkan tata cara Poligami dan dalil dari sabda nabi maupun Al Qur an

Tata cara Poligami dalam Islam

1. Maksimal hanya 4 orang istri

Hadits Ibnu Umar Ra yang menyebutkan bahwa Ghailan ibnu Salamah ats-Tsaqafi Ra masuk Islam dalam keadaan memiliki sepuluh istri yang dinikahinya di masa jahiliah, dan para istrinya ini masuk Islam bersamanya.

Nabi SAW pun memerintahkan agar Ghailan memilih empat dari mereka (dan menceraikan yang lain). (HR. at-Tirmidzi no. 1128, dinyatakan sahih dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)

Allah SWT berfirman: “Maka berkawinlah dengan sesiapa yang kamu ber-kenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat.” (QS an-Nisaa’: 3)

2. Mampu bersifat adil

Allah SWT berfirman: “Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu), maka (kahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kaumiliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.” (QS an-Nisaa’:3)

Allah SWT berfirman: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nisaa’: 129)

Abu Hurairah Ra menyampaikan dari Nabi SAW

“Siapa yang memiliki dua istri lantas condong kepada salah seorang dari keduanya (berlaku tidak adil) maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan sebelah tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud no. 2133, an-Nasa’i no. 3942, dinyatakan sahih dalam Shahih Abi Dawud, Shahih an-Nasa’i, dan Irwa’ul Ghalil no. 2017 ) Dalam Aunul Ma’bud (“Kitab an Nikah”, bab “Fi ‘al-Qasmi Baina an- Nisa’”)

Boleh lebih mencintai satu istri dibandingkan istri lainnya, tapi tetap harus bersikap adil pada semua istri. Hadits Amr ibnul Ash yang dikeluarkan dalam ash-Shahihain . ‘Amr mengabarkan, Nabi SAW mengutusnya untuk memimpin pasukan Dzatu as-Salasil .
Amr mengatakan bahwa dirinya mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, “Siapakah orang yang paling Anda cintai?” Rasulullah SAW menjawab, “Aisyah.” Kataku, “Dari kalangan laki-laki?” “Ayahnya,” jawab beliau.

3. Semakin meningkatkan ibadah

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Allah SWT berfirman (yang artinya), “ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka… ” (QS. At-Taghabun: 14)

4. Mampu menafkahi istri

“Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan para istri, karena kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan kalian menjadikan halal kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak memperkenankan seseorang yang kalian benci menginjak hamparan kalian. Kalau mereka lakukan apa yang kalian benci, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras dan mencederai. Hak mereka atas kalian adalah (memperoleh) rezeki dan pakaian dengan cara yang ma’ruf. ” (HR. Muslim no. 1216)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW ditanya tentang hak istri kepada suaminya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

“Kamu beri dia (istrimu) makan jika kamu makan dan memberinya pakaian bila kamu berpakaian. Jangan memukul wajah, jangan menjelekkan, dan jangan memboikotnya selain di dalam rumah.” )HR. Abu Dawud no. 2142, dinyatakan sahih dalam al-Jami’ ash-Shahih, 86/3)

Itulah tata cara poligami sesuai syariat Islam yang sebenarnya.

Meskipun poligami banyak ditentang saat ini, sesungguhnya poligami juga memberikan banyak keutamaan bagi wanita

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Sungguh Alloh telah menetapkan rasa cemburu kepada para wanita, dan menetapkan jihad kepada para laki-laki, barang siapa di antara mereka (para wanita) itu bersabar karena iman dan penuh pengharapan, maka baginya sama dengan pahala orang yang mati syahid”. (Hadits ini didha’ifkan oleh Albani dalam Dha’iful Jami’ as Shaghir: 1626)
Firman Alloh –Ta’ala-:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” . (QS. Az Zumar: 10)

Di dalam hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- disebutkan:

“Tidaklah seorang muslim terkena penyakit, atau penyakit menahun, atau kecemasan, kesedihan, disakiti, kesusahan, sampai sebuah duri yang menancap pun kecuali Alloh akan mengampuni sebagian dosa-dosanya”. (HR. Bukhori: 5642 dan Muslim: 2573 dari hadits Abu Sa’id dan Abu Hurairah)

Imam Tirmidzi (2399) juga telah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

“Selama bala’ (ujian) masih bersama seorang mukmin laki-laki dan perempuan yang menimpa dirinya, anak dan hartanya sampai dia menghadap Alloh dengan tanpa satu kesalahan pun” . (Dishahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami’: 5815)
Dari Ibnu Hibban:

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya:

“Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai” . (Haidits ini dishahihkan oleh Albani dalam Shahih al Jami’ ash Shaghir: 660)

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Yusuf: 90)
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” . (QS. Ar Rahman: 60)
“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” . (QS. Al Ankabut: 69)

REFERENCE SAYA MENULIS

Definisi adil

Syarat syarat Poligami menurut uu

Mau poligami

Romantisme kehidupan rumah tangga Rasul

Tata cara Poligami syariah Islam

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *